Sabtu, 22 Mei 2010

Candu

Melihat orang lain sedang kecanduan sesuatu bisa bikin bete berat. Tapi kalau kita sendiri yang mengalami kita tidak merasakan bahwa perilaku kita menyebalkan. Waktu awal-awal mengenal Facebook, saya sempat kecanduan. Pada saat itu sih saya tidak merasa sama sekali bahwa saya sudah dalam taraf kecanduan.

Belakangan ini saya sering melihat orang yang kecanduan bukan lagi Facebook tapi Blackberry.

Berdasarkan pengamatan sehari-hari begini nih ciri-cirinya :

1. Status di YM online terus.

2. Lebih sering update status dan comment di Facebook.

3. Lebih sering upload foto.

4. Diajak ngobrol, sering ga nyambung, jawabnya telat, atau supaya keliatannya tertarik sama omongan kita, mengulang omongan kita lagi. Contohnya gini nih,

A : "Eh tadi gue lihat si Oneng pake tas bagus deh."
B : ......nggg... (sambil naro Bb-nya di atas pangkuan) Oneng? (melirik ke Bb)
Ngapain si Oneng beli tas?

5. Senyum-senyum sendiri sambil sibuk mengetik.

6. Tidak memperdulikan sekeliling.

7. Jarang balas sms, soalnya nggak gratis. Kalo BBM khan gretong.

8. Jempol kanan/kiri terlihat lebih ramping karena banyak gerak (menggerakkan trackpad/trackball).

Ada beberapa orang yang saya kenal, mengeluhkan perilaku suaminya yang kecanduan Bb. Bahkan sempat jadi penyebab utama percekcokan. Saya sempat sok-sokan menasihati, "Maklum aja lah Mbak, namanya juga orang baru nemu."

Setelah beberapa lama tidak bertemu, iseng saya tanya, " Bagaimana Mbak, masih suka cekcok gara-gara Bb?"
"Ngggg, sudah nggak tuh."
"Ooo syukur deh, lama-lama juga bosen yah Mbak."
"Nggak juga..." tersenyum sumringah.
"Jadi?"
"Aku dibeliin Bb." Sambil mengeluarkan Bb bersarung silicon merah dari tas.
"Kata masku, biar gampang komunikasinya. Kalo menurut aku sih, biar aku ndak marah-marah lagi."
"O begithu."
"Pinmu berapa?"
"Aku nggak pake Bb Mbak."
"Cepat beli, enak loh BBM-an...." katanya sambil berpromosi layaknya SPG.

Tak lama kemudian saya liat si Mbak sibuk berBBM-an. Sepertinya si Mbak juga sudah kecanduan Bb.

Kita tidak dapat menghindari perkembangan teknologi. Malah menurut saya seharusnya kita mengikuti semua perkembangan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

Teknologi diciptakan untuk mempermudah kita dalam segala hal. Tetapi banyak yang mendapatkan kesulitan dengan adanya teknologi tersebut. Bahkan orang-orang terdekat menjadi korban.

Kemajuan teknologi harusnya mendekatkan kita kepada orang yang menyayangi dan kita sayangi, bukannya menjauhkan.





Rabu, 12 Mei 2010

Tabu

Buat sebagian orang membicarakan sex merupakan hal yang tabu. Buat saya tidak. Oleh karena itu saya menulis dengan gamblangnya tentang oral sex.

Saya mencoba mengerti bagaimana sebagian orang menganggap tabu. Mungkin cara mereka dibesarkan berbeda dengan saya.

Saya masih ingat, ketika masih kelas lima SD saya mendengar beberapa orang kakak kelas menonton film blue dan saya menceritakannya pada mama. Saya tidak ingat bagaimana tanggapan mama, mungkin kalau saya mendengar D atau C bercerita seperti itu saya akan shock. Saya akan ribut sana-sini. Komplain ke sekolah. Atau mungkin pingsan di tempat. Yang saya ingat waktu itu, mama cuma menerangkan bahwa hubungan sex adalah suatu hal yang agung. Itu bukanlah hal yang jorok atau kotor. Tapi, pesannya lagi saya belum boleh menonton film blue sampi pada saatnya.

Ketika SMP saya mengikuti seminar tentang pendidikan sex. Lumayan. Saya jadi tahu anatomi kelamin saya, cara merawat/ membersihkan, resiko hamil, resiko penyakit seksual.

Saya bicara sex dengan gamblang, tapi saya tidak pernah berbicara jorok/kotor. Maksud saya, menyebutkan alat kelamin laki atau perempuan, menyebutkan hubungan seksual dengan bahasa kasar. Kalau seperti itu, menurut saya baru tabu.

Bagaimanapun seperti kata mama saya, hubungan seksual adalah hal yang agung, dimana dua orang menyatu secara badaniah sehingga terciptalah mahluk yang paling indah.

Dan saya sudah punya dua. Jadi tabu apanya?

Senin, 10 Mei 2010

Hemat Vs Pelit



Antara hemat dan pelit itu beda tipis, itu yang saya tangkap dari pandangan beberapa orang.
Menurut saya, pelit sama hemat beda sekali.

Pelit maunya semua yang paling murah, nggak mikir kualitas terhadap barang, terus kalo bisa yah gratisan.

Hemat adalah jika kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dengan biaya yang paling minim. (saya dapat dari tabloid Kontan)

Selama ini jika berbelanja saya berusaha seperti itu. Berarti saya hemat donk. Kan nggak semua orang punya pohon duit.

Sering saya perhatikan orang berbelanja barang tanpa melihat label harga. Wah kalau saya bisa mules dech. Saya selalu membandingkan antara brand yang satu dengan yang lain, kemasan besar dengan yang kecil. Kalau menyangkut makanan, komposisi juga saya perhatikan. Dan saya juga rajin menyimpan struk belanja, gunanya supaya saya bisa membedakan tempat yang satu dengan yang lainnya.

Saya paling sebal sama orang yang mempunyai prinsip kalo mahal pasti paling bagus. Untuk beberapa jenis barang saya akui memang sepeti itu. Tapi tidak semua barang.

Saya kenal seseorang yang selalu membeli snack untuk anaknya harus yang paling mahal dan harus buatan luar negeri tanpa membaca kandungannya. Padahal setelah saya baca, mengandung MSG. Rasanya saya pingin ketawa keras-keras.

Tapi saya juga paling sebal sama orang yang mempunyai prinsip, yang penting murah. Jangan sampai dech kejadian murah diawal jadi mahal diakhir.

Intinya segala sesuatu harus dipertimbangkan, jangan sampai menyesal nantinya.



Sabtu, 08 Mei 2010

Tips Membersihkan Wajah



Kebetulan kulit saya putih. Salah satu kelebihan saya (selain kelebihan lemak). Saya sadar sekali semua pemberian Tuhan harus dirawat dengan baik. Menurut saya, semua kunci dari perawatan wajah dan tubuh adalah kebersihan.

Hygiene. Hygiene. Hygiene.

Sayangnya banyak yang tidak tahu bagaimana cara membersihkan wajah yang benar. Untungnya saya dulu pernah kursus kecantikan. Jadi saya tahu benar bagaimana caranya.

Yang perlu kita lakukan :
1. Cari produk kecantikan yang kira-kira cocok untuk kita. Contohnya wajah kita cenderung berminyak, gunakan cleansing milk, toner, dan sabun wajah untuk wajah berminyak.

2. Sesuaikan dengan usia kita. Banyak orang sering salah kaprah, menganggap segala sesuatu untuk baby bagus dan aman. Itu untuk baby. Buat kita tidak. Kalau saya menggunakan produk Oriflame tanpa bermaksud promosi.

Cara membersihkan wajah yang baik :
1. Tuangkan cleansing milk pada telapak tangan. Oleskan pada wajah dan leher secara merata dengan menggunakan jari tengah dengan gerakan melingkar.

2. Pijat wajah dengah dengan lembut dengan kedua tangan, menggunakan jari tengah dan jari manis gerakan melingkar kearah atas.

3. Basahi kapas wajah dengan air. Bersihkan sisa cleansing milk dengan kapas basah, pelan-pelan. Tetap arah keatas.

4. Basahi kapas dengan toner. Tepuk-tepuk wajah dengan kapas tersebut.

5. Oleskan wajah dengan sabun wajah. Bilas bersih.

Lakukan secara rutin. Terutama sebelum tidur. Selamat mencoba.



Jumat, 07 Mei 2010

Ibu-ibu

Dulu sekali waktu saya masih ABG, masih sedang lucu-lucunya, sedang imut-imutnya. Kalau bertemu gerombolan ibu-ibu, saya suka terheran-heran. Apa saja sih yang mereka obrolkan? Sudah kalau tertawa tidak mengenal tempat. Berisik. Kadang tertangkap obrolan mereka yang saya tidak mengerti dan ujung-ujungnya mereka tertawa keras.

Duh, pusing deh kalau dekat-dekat mereka. Dulu. Itu dulu.

Sekarang? Sekarang saya bukan ABG lagi. Sekarang saya seorang Ibu beranak dua. Sekarang, saya bagian dari mereka.

Kalau sedang kumpul dengan sesama ibu-ibu, saya senang tertawa keras-keras. Saya tidak perduli dengan sekeliling.

Obrolan-obrolan mereka yang dulu saya tidak mengerti, sekarang menjadi saya mengerti sekali.

Sebenarnya apa sih yang membuat kami ibu-ibu tertawa seru seperti itu. Yah, nggak lain adalah urusan S E X.

Buat sebagian orang dianggap tabu, tapi buat beberapa orang merupakan topik yang menyenangkan.

Buat saya dan teman-teman saya, tentu saja topik yang sangaaaat menyenangkan.









Kamis, 06 Mei 2010

Singkong Crispy



D sangat suka makan singkong goreng. Saya pikir daripada membeli lebih baik saya coba untuk membuat. Hasil dari beberapa kali coba, jadilah singkong goreng yang renyah. Rahasianya digoreng dua kali. Kolesterol? Lupakan sejenak.

Bahan :
1 kg singkong, potong-potong sesuai selera
500 cc air untuk merebus
1 bks kaldu ayam
minyak untuk menggoreng
garam secukupnya

Bumbu halus :
5 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1 sdm ketumbar

Cara Membuat:

1. Haluskan semua bumbu.
2. Rebus semua bahan dan bumbu sampai empuk. Atau bisa juga semua bahan di presto sampai empuk.
3. Goreng singkong setengah matang.
4. Rendam singkong yang sudah digoreng kedalam sisa air rebusan. Diamkan beberapa saat. Semakin lama, akan semakin meresap.
5. Goreng kembali sampai kuning keemasan.
6. Sajikan saat masih hangat.