Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2009

Bubur Ayam Tangerang


Jln. Kisamaun No.
138
Telp. 021-5521538, 081584563393

Yang unik dari bubur ayam ini adalah ayam kampung yang dicincang dicampur bersama bubur. Pelengkapnya cakwe, daun seledri, chai po (lobak yg dikeringkan, rasanya sedikit manis dan garing), dan daun selada mentah. Ada tambahan lagi sesuai selera kuning telur ayam kampung mentah, hati dan ampla ayam. Beberapa orang ada yang suka sekali dengan tambahan telur mentah yang begitu diaduk dengan bubur yang luar biasa panas akan menjadi matang, rasa bubur menjadi lebih gurih berkat kuning telur. Tapi ada yang tidak menyukainya karena dirasa amis.
Tersedia porsi besar dan porsi kecil buat yang makannya sedikit.

Selasa, 05 Mei 2009

Mie Ayam BBT














Dalam perjalanan pulang dari Pasar Senen, karena belum sarapan saya mengajak M untuk mampir makan Mie Ayam BBT.

M yang belum pernah merasakan mie tersebut menganggap bahwa rasanya biasa-biasa saja. Saya sendiri juga agak kecewa karena terasa agak sedikit hambar. Harga mie, bihun, kwetiau ayam tanpa bakso atau pangsit tiga belas ribu rupiah, sedangkan dengan bakso atau pangsit rebus lima belas ribu rupiah.
Untuk pangsit goreng yang ukurannya tidak proporsional (antara isi dengan kulit) dua ribu lima ratus rupiah.

Sayangnya karena masih pagi saya agak malas mencicipi es duren seharga sebelas ribu yang menurut S sahabat saya 'eunakk banget' itu.

Pasar Senen

Sabtu pagi, pukul enam lewat lima, saya, M dan D yang bete karena masih mengantuk berangkat dari rumah kami di Cikarang menuju Pasar Senen. Tujuan sebenarnya adalah ingin melihat-lihat pasar subuh yang terkenal dengan kue basah itu.

Sampai disana sekitar pukul tujuh, pedagang kue basah sudah mulai membereskan sisa-sisa dagangannya, tapi saya sempat membeli beberapa kue.

Ini beberapa photo hasil belanjaan saya.

Kue-kue diatas satu dus isi 25 buah saya beli seharga Rp.15.000,-. Sebelumnya ditawarkan seharga duapuluh ribu. Kalau soal rasa jauh dari enak. Maklum aja kue murah.













Bolu kukus dan bolu panggang. Harga bolu kukus Rp.2.500,-. Bolu panggang Rp.2.000,-. Menurut M bolu kukusnya enak, tapi bolu panggangnya biasa aja.













Aneka kue basah seharga Rp.500,-. Rasanya tidak enak. Mengingat harga tepung, santan,gula dan sebagainya. Bahan apa yang dipakai hingga bisa menghasilkan kue seharga lima ratus perak???













Kue talam ubi, ukurannya mini. Rasanya benar-benar enak. Saya beli dengan harga seribu dua ratus lima puluh rupiah, setelah sebelumnya ditawarkan seribu lima ratus rupiah. Sayangnya penjual kue ini berada di dalam pasar yang sumpek. Diantara para penjual babi panggang.

Kemudian kami masuk ke dalam pasar hendak mencari penjual babi panggang. Setelah bertanya ke seseorang, akhirnya kami menemukan lapak penjual babi panggang. Lapak itu terletak dekat taman yang berada di tengah-tengah pasar. Ada empat lapak berjejer, tiga lapak menjual babi panggang, satu lapak menjual kue basah. Disitulah saya menemukan kue talam ubi yang enak itu.













Babi panggang merah dan garing. Untuk rasa babi panggang merahnya biasa saja, tapi untuk garingnya enak dan renyah. Harga per kilonya Rp.120.000,-.














Ayam kampung panggang Rp.40.000,-/ekor. Enak sayangnya ada beberapa bagian yang belum matang, jadi sesampai di rumah saya panggang lagi sebelum disantap.













Bebek panggang Rp. 120.000,-/ekor. Bisa beli setengah ekor, untuk rasa jangan berharap seperti bebek panggang di The Duck King resto, tapi lumayanlah.

Kesimpulan saya, kalau ke Pasar Senen jangan pernah bawa anak-anak karena akan mengurangi kenikmatan berbelanja, berangkat lebih pagi, beli kue basah yang harganya diatas seribu rupiah.